Jalan Pendidikan Sawang Laut, Kec. Kundur Barat, Kab. Karimun

Senin, 11 Mei 2026

Siswa Kelas IX SMPS Darul Furqan Kundur Barat Jalani Ujian Sekolah TP 2025/2026 dengan Khidmat



 


KUNDUR BARAT – Memasuki penghujung tahun pelajaran 2025/2026, SMPS Darul Furqan Kundur Barat resmi menyelenggarakan Ujian Sekolah (US) bagi siswa kelas IX. Agenda krusial ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai dari Senin, 11 Mei hingga Sabtu, 16 Mei 2026.

Pelaksanaan ujian ini merupakan tahap evaluasi akhir bagi para siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di jenjang sekolah menengah pertama.

Berdasarkan data panitia ujian, tercatat sebanyak 36 siswa mengikuti rangkaian ujian tahun ini. Seluruh peserta tampak hadir dengan seragam rapi dan menunjukkan antusiasme serta konsentrasi tinggi sejak hari pertama dimulai.

Berikut adalah poin utama pelaksanaan ujian di SMPS Darul Furqan:

Kepala SMPS Darul Furqan menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang, baik dari sisi administrasi, ruang ujian, hingga kesiapan mental para siswa melalui kegiatan bimbingan belajar sebelumnya.

 "Kami berharap seluruh siswa dapat mengerjakan soal dengan jujur dan teliti. Ujian ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi juga cerminan integritas dan kerja keras mereka selama belajar di Darul Furqan," ujar perwakilan pihak sekolah.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana lingkungan sekolah yang tenang guna mendukung kekhusyukan para peserta. Pengawasan dilakukan secara ketat namun tetap mengedepankan kenyamanan siswa agar mereka tidak merasa tertekan saat menjawab soal-soal ujian.

Setelah ujian sekolah ini berakhir, para siswa tinggal menunggu pengumuman kelulusan yang akan menentukan langkah mereka selanjutnya ke jenjang SMA/SMK sederajat.

Admin Blog SMPS Darul Furqan

Kategori:Berita Sekolah, Pendidikan

Tag:#SMPSDarulFurqan #KundurBarat #UjianSekolah2026 #InfoPendidikan #KepulauanRiau


Share:

Rabu, 06 Mei 2026

Penilaian Akhir Semester Genap Kelas 3 SMPS Dafu




Siswa Kelas IX SMPS Darul Furqan Kundur Barat Jalani Penilaian Akhir Semester Genap Tahun 2026

KUNDUR BARAT– Suasana khidmat menyelimuti lingkungan SMPS Darul Furqan Kundur Barat sejak awal pekan ini. Seluruh siswa kelas IX tengah mengikuti pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai dari Senin, 4 Mei hingga Sabtu, 9 Mei 2026.

Ujian ini merupakan momen krusial bagi para siswa tingkat akhir untuk mengevaluasi hasil belajar mereka selama satu semester terakhir, sekaligus menjadi salah satu instrumen penting dalam menentukan kelulusan dan kelanjutan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Persiapan dan Kedisiplinan.

Pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan matang guna memastikan ujian berjalan lancar. Mulai dari kesiapan ruang ujian, pengaturan jadwal pengawas, hingga sterilisasi area sekolah agar siswa dapat berkonsentrasi penuh.

Kepala SMPS Darul Furqan menyampaikan apresiasinya terhadap kemandirian siswa dalam menghadapi ujian kali ini. "Kami berharap para siswa tidak hanya mengejar nilai akademik yang tinggi, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas selama mengerjakan soal," ujarnya.

Jadwal Pelaksanaan.

Selama rentang waktu 4 hingga 9 Mei, para siswa diuji dengan berbagai mata pelajaran pokok dan muatan lokal. Pengawasan dilakukan secara ketat oleh dewan guru untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) ujian tetap terjaga.

Beberapa poin penting dalam pelaksanaan tahun ini antara lain:

1. Ketepatan Waktu: Siswa diwajibkan hadir 15 menit sebelum bel masuk berbunyi.

2. Kelengkapan Atribut: Penggunaan seragam lengkap sesuai aturan sekolah.

3. Kesehatan:Tetap menjaga kondisi fisik agar tetap prima hingga hari terakhir ujian.

Harapan untuk Masa Depan.

Setelah menempuh rangkaian ujian ini, para siswa kelas IX diharapkan mampu mendapatkan hasil terbaik yang mencerminkan kerja keras mereka selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMPS Darul Furqan.

Mari kita berikan dukungan dan doa terbaik untuk seluruh siswa kelas IX SMPS Darul Furqan agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjawab setiap soal ujian.

Semangat pejuang ilmu, sukses untuk masa depan kalian!

Penulis: Admin Sekolah/Pondok

Kategori: Berita Sekolah, Kegiatan Siswa
Share:

Senin, 04 Mei 2026

Sejarah Kurban dan Ketentuannya

Ibadah qurban dilakukan pada hari raya Idul Adha, yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah.


Sejarah Qurban:

Sejarah qurban dalam agama Islam memiliki akar yang berhubungan dengan kisah Nabi Ibrahim (Abraham) dan putranya, Nabi Ismail (Ishmael), sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran. Kisah ini menjadi landasan sejarah bagi ibadah qurban yang dilakukan oleh umat Muslim.

Menurut cerita dalam Al-Quran, Allah SWT menguji kesetiaan Nabi Ibrahim dengan memerintahkan beliau untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail. Nabi Ibrahim, yang taat kepada Allah, bersedia melaksanakan perintah tersebut. Namun, ketika Nabi Ibrahim bersiap untuk mengorbankan putranya, Allah menggantikannya dengan seekor domba sebagai pengorbanan.

Kejadian ini menjadi peristiwa yang penting dalam sejarah agama Islam, menandakan ketundukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada kehendak Allah. Ibadah qurban dalam agama Islam diyakini sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian yang mengikuti contoh tersebut.

Setelah datangnya Islam dan penyebaran ajarannya, ibadah qurban menjadi bagian penting dari ritual dan tradisi agama Islam. Ibadah qurban secara resmi diatur pada masa kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang menetapkan waktu dan ketentuan-ketentuan pelaksanaannya.

Praktik qurban terus dilestarikan dan dilaksanakan oleh umat Muslim di seluruh dunia hingga saat ini. Setiap tahun pada hari raya Idul Adha, umat Muslim yang mampu secara finansial menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ibadah, mengikuti contoh ketundukan dan ketaatan Nabi Ibrahim.

Selain sebagai bentuk ibadah, qurban juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan yang penting. Daging kurban dibagikan kepada keluarga, kerabat, dan orang-orang yang membutuhkan. Hal ini mempromosikan kebersamaan, kepedulian sosial, dan berbagi rezeki dengan sesama.

Sejarah qurban dalam agama Islam melibatkan nilai-nilai keimanan, pengorbanan, ketundukan, dan kepedulian sosial. Ibadah ini terus menjadi bagian integral dari praktik keagamaan dan budaya umat Muslim di seluruh dunia.

Tujuan Qurban:

  1. Mendekatkan diri kepada Allah
    Qurban adalah ibadah yang dilakukan sebagai wujud ketaatan dan penghormatan kepada Allah. Dengan melaksanakan qurban, seorang Muslim berharap dapat mendekatkan diri kepada-Nya, mengikuti perintah-Nya, dan meningkatkan hubungan spiritual.
  2. Mengikuti teladan Nabi Ibrahim
    Qurban merujuk pada kisah Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya atas perintah Allah. Dalam melaksanakan qurban, umat Muslim mengikuti teladan kesabaran, ketundukan, dan keimanan Nabi Ibrahim.
  3. Mengungkapkan rasa syukur
    Qurban juga merupakan bentuk pengungkapan rasa syukur kepada Allah atas berkah dan nikmat yang diberikan-Nya. Dengan mengorbankan hewan kurban, seorang Muslim mengakui dan menghargai karunia yang diberikan Allah dalam hidupnya.
  4. Mendistribusikan dan berbagi rezeki
    Salah satu tujuan qurban adalah untuk berbagi rezeki dengan sesama. Daging hewan kurban dibagi menjadi tiga bagian, di antaranya untuk dikonsumsi sendiri, diberikan kepada keluarga dan kerabat, serta disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Hal ini mendorong kebersamaan, solidaritas, dan membantu mereka yang kurang mampu.
  5. Meningkatkan kepedulian sosial
    Qurban memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk lebih memperhatikan dan membantu mereka yang membutuhkan. Selain memberikan daging kurban, qurban juga menjadi momen untuk melihat dan merespons kebutuhan masyarakat yang lebih luas, termasuk dalam hal pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
  6. Menegakkan nilai-nilai keikhlasan dan pengorbanan
    Qurban mengajarkan umat Muslim tentang pentingnya keikhlasan dalam beribadah dan pengorbanan dalam menyenangkan Allah. Ketika seseorang rela melepaskan sesuatu yang berharga demi ketaatan kepada-Nya, ia menunjukkan kesediaan untuk mengorbankan sesuatu yang dicintainya demi Allah.

Syarat Qurban:

  1. Islam
    Orang yang ingin melakukan qurban haruslah seorang Muslim, karena ibadah qurban khusus ditujukan bagi umat Islam.
  2. Baligh
    Seseorang yang melakukan qurban harus telah mencapai usia baligh, yaitu usia dewasa yang ditandai dengan tanda-tanda fisik dan psikologis tertentu.
  3. Berakal
    Syarat lainnya adalah seseorang yang melakukan qurban haruslah berakal, memiliki kemampuan intelektual dan kesadaran dalam melaksanakan ibadah.
  4. Memiliki kelebihan harta
    Seseorang yang ingin melakukan qurban harus memiliki kelebihan harta yang memadai. Qurban sebaiknya tidak dilakukan dengan mengorbankan kebutuhan dasar atau mengorbankan kehidupan yang sulit.
  5. Jenis hewan yang diperbolehkan
    Hewan yang dapat digunakan sebagai hewan qurban adalah domba, sapi, atau kambing. Hewan tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti usia minimal yang ditentukan, sehat, tidak cacat, dan sesuai dengan ketentuan agama.
  6. Waktu pelaksanaan
    Ibadah qurban dilakukan pada hari raya Idul Adha, yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah. Qurban juga dapat dilakukan dalam tiga hari setelahnya, yang disebut sebagai Ayyamut Tasyriq.
  7. Niat
    Seseorang yang melakukan qurban harus memiliki niat yang tulus dan jelas, yaitu melakukan ibadah qurban semata-mata karena Allah SWT.
  8. Pelaksanaan penyembelihan
    Penyembelihan hewan qurban harus dilakukan oleh orang yang berkompeten dan memenuhi syarat sebagai penyembelih yang halal. Prosedur penyembelihan juga harus sesuai dengan tata cara yang ditentukan dalam agama Islam.

Jenis Hewan Yang Dapat Dijadikan Hewan Qurban:

  1. Domba
    Domba merupakan jenis hewan yang paling umum digunakan sebagai hewan qurban. Domba yang digunakan harus memenuhi syarat usia minimal, sehat, tidak cacat, dan sesuai dengan ketentuan agama.
  2. Sapi
    Sapi juga dapat digunakan sebagai hewan qurban. Sapi yang digunakan harus memenuhi syarat usia minimal, sehat, tidak cacat, dan sesuai dengan ketentuan agama.
  3. Kambing: Kambing adalah jenis hewan lain yang sering digunakan sebagai hewan qurban. Kambing yang digunakan harus memenuhi syarat usia minimal, sehat, tidak cacat, dan sesuai dengan ketentuan agama.
  4. Unta
    Di beberapa daerah yang memiliki populasi unta yang signifikan, unta juga digunakan sebagai hewan qurban. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan unta sebagai hewan qurban tidak umum di semua wilayah.
  5. Kerbau
    Dalam beberapa budaya dan komunitas agraris, kerbau juga dapat digunakan sebagai hewan qurban. Kerbau yang memenuhi syarat-syarat agama Islam dapat dipilih untuk ibadah qurban.
Share:

BTemplates.com

Labels